Rubama Nusa she/her

Header

Program Officer
HAka

Participant: 2019 Indonesia Grassroots Accelerator

Rubama Nusa

Global

Header

Aceh

Header

Indonesia

Rubama Nusa she/her

Header

Program Officer
HAka

Participant: 2019 Indonesia Grassroots Accelerator

Working in grassroots development programs that empower women leaders in villages to protect the natural resources in Aceh.

Rubama is a community advocate from Aceh, Banda Aceh, Indonesia. She works to engage the women of her community in an effort to protect the natural resources of the region. As an organizer, she is deeply passionate about establishing ecological justice based on gender-equality in her community.

After her region was ravaged by a tsunami in 2004, she developed a community-based waste management program in her village. Since 2006, she has been working in grassroots development programs that empower women leaders in villages working to protect the natural resources in Aceh. She trains women how to create handicrafts, grow produce, and upcycle, while also involving children from Nusa Village in the Waste Bank Program.

Rubama is currently managing the Community Based Tourism strategy in Nusa village, in the Aceh Besar district. She also serves as a program officer for HAkA, an Aceh-based NGO working to restore the forest and protect the overall environment in Aceh and is helping to restore a forest in the Bener Meriah district with a grassroots women’s organization that manages forest conservation for ecological justice in Aceh. She was the Program Coordinator in Aceh for Women’s Solidarity for Human Rights.

In 2017, Rubama obtained the Perempuan Inspiratif Perintis Kemandirian Desa Award and in 2013, won the Indonesian Inspiring Women award.

Bekerja dalam program pembangunan akar rumput yang memberdayakan pemimpin perempuan di desa untuk melindungi sumber daya alam di Aceh.

Rubama adalah seorang advokat komunitas dari Aceh, Banda Aceh, Indonesia. Dia bekerja untuk melibatkan perempuan di komunitasnya dalam upaya melindungi sumber daya alam di wilayah tersebut. Sebagai seorang organisator, dia sangat bersemangat dalam membangun keadilan ekologis berdasarkan kesetaraan gender di komunitasnya.

Setelah wilayahnya dilanda tsunami pada tahun 2004, ia mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di desanya. Sejak 2006, ia bekerja dalam program pembangunan akar rumput yang memberdayakan pemimpin perempuan di desa-desa yang bekerja untuk melindungi sumber daya alam di Aceh. Ia melatih para wanita membuat kerajinan tangan, menanam hasil bumi, dan bersepeda, sekaligus melibatkan anak-anak dari Desa Nusa dalam Program Bank Sampah.

Rubama saat ini mengelola strategi Pariwisata Berbasis Komunitas di desa Nusa, Kabupaten Aceh Besar. Dia juga menjabat sebagai program officer untuk HAkA, sebuah LSM berbasis di Aceh yang bekerja untuk memulihkan hutan dan melindungi lingkungan secara keseluruhan di Aceh dan membantu memulihkan hutan di kabupaten Bener Meriah dengan organisasi perempuan akar rumput yang mengelola konservasi hutan untuk ekologi. keadilan di Aceh. Dia adalah Koordinator Program di Aceh untuk Solidaritas Perempuan untuk Hak Asasi Manusia.

Pada tahun 2017, Rubama memperoleh Penghargaan Perempuan Inspiratif Perintis Kemandirian Desa dan pada tahun 2013 meraih penghargaan Wanita Inspiratif Indonesia.